RSS

Beberapa Hal Yang Dapat Dilakukan Oleh Cinta

Ce + i  + en + te + a = CINTA, apa artinya ? Setiap manusia pernah merasakan cinta. Sampai ada yang gila bahkan mati sia-sia karena cinta. Karena cinta sampai ada orang yang lari dari rumah dengan harapan bisa bahagia dengan orang yang dicintainya, tidak lagi melihat perbedaan, keluar dari aturan yang benar, atau mungkin sampai sampai mau menghalalkan segala cara untuk hidup bahagia dengan orang yang dicintainya. Betapa dashyatnya kekuatan cinta itu ya.

Pagi ini saya melihat berita tentang selebritis. Terselip berita tentang Ki Daus yang menikah bahkan sudah mempunyai anak dengan seorang wanita yang lebih terpaut usia sangat jauh. Kali ini saya bukan bermaksud untuk mengirim postingan dengan tema gosip artis, tapi saya akan sedikit membahas keajaiban cinta. Mungkin ada beberapa orang yang berpikir dan bertanya-tanya, kenapa wanita tersebut mau dengan lelaki tua seperti Ki Daus. Ya, itu karena keajaiban cinta. Salut untuk istrinya Ki Daus yang mau menerima suaminya apa adanya, bukan ada apanya. Contoh lainnya mungkin bisa kita liat kisah Yuni Sarah dengan Raffi Ahmad. Banyak dari mereka menghujat hubungan mereka. Tetapi saya pikir itu bukan suatu halangan bagi mereka untuk menjalin hubungan kasih. Toh selama mereka saling mencinta, tidak ada kerugian bagi orang lain kan. Malah menjadi keuntungan bagi para reporter acara gosip. Ahahaa …

Kenapa cinta bisa begitu besar efek sampingnya ? Mari simak sedikit definisi tentang “cinta” menurut wikipedia.

Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut. (Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Cinta)

Ya jelas dapat kita lihat disini ada suatu pernyataan tentang “pengorbanan”, “patuh”, “mengikuti”, dan “melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut”. Seseorang yang sedang jatuh cinta pasti akan berani melakukan pengorbanan. Contohnya kita bisa ambil dari pengalaman pahit yang pasti pernah dialami sebagian orang, berkorban untuk melepaskan orang yang dicintainya agar ia mendapat kebahagiaan yang lebih dari orang yang lebih baik dari dirinya. Betapa mengenaskan bukan, ketika ia merasakan cinta ia malah harus terluka hatinya. Tetapi karena kekuatan cinta itu dia mampu melakukannya.

Selanjutnya kita akan membahas tentang pernyataan “patuh”, “mengikuti”, dan “melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut”. Mungkin ada sebagian orang mau mematuhi atau mengikuti aturan berhubungan dengan pasangannya. Misalnya saja, dibilang “Ayo dong sayang, kamu kerumah aku ya sekarang. Aku kangen nih”. Pasti ada sebagian orang yang akan mengiyakan permintaan pasangannya, tanpa memikirkan dirinya sendiri yang sedang mempunyai banyak tugas atau mungkin dalam kondisi lelah. Mengapa mereka mau melakukannya ? Itu karena mereka mau membuat pasangannya bahagia. Tapi kadang ada efek negatif juga dari cinta. Contohnya karena cinta, ada orang yang saling membunuh untuk memperebutkan satu wanita. Terlihat bodoh bukan ? Tapi itulah kekuatan cinta. Karena cinta, dosa pun dapat dihalalkan untuk sebagian orang yang biadab. Atau mungkin beberapa efek negatif lain adalah bila mereka mempunyai pasangan yang tidak baik, mungkin saja orang tersebut mau melakukan hal negatif yang diminta oleh pasangannya. Misalnya saja seperti mau melakukan seks bebas karena “katanya” atas dasar cinta, atau mau mencuri uang orangtuanya untuk sang kekasih karena rasa cintanya kepada sang kekasih, atau masih banyak hal negatif lain yang bisa dilakukan karena cinta.

Seharusnya bila kamu mencintai seseorang, kamu harus membawa orang yang kamu cintai ke hal yang positif. Misalnya, menyuruhnya rajin beribadah, jangan sering membolos, harus menjadi sosok yang penurut kepada orang tua, atau banyak hal positif lainnya. Dengan begitu, kamu bisa menjadi contoh dan efek baik untuk pasanganmu. Tetapi jangan juga menjadi orang yang diktaktor untuk pasanganmu, karena pada dasarnya setiap orang butuh kebebasan untuk memilih.

Orang yang sedang jatuh cinta memang terkadang tidak bisa mengontrol emosinya. Bahkan terlihat seperti orang buta yang tidak bisa melihat mana yang baik. Tapi ketika kamu melihat seseorang dari hatinya, maka kamu akan menemukan cinta yang terbaik untukmu. Mungkin dari contoh kedua artis diatas, itu adalah contoh orang yang melihat seseorang dari kebaikan hati pasangannya. Mungkin Ki Daus adalah sesosok lelaki tua, tetapi mungkin beliau adalah lelaki baik yang punya cinta yang tulus. Tidak seperti banyak lelaki yang suka lirik sana sini kepada wanita cantik lainnya. Dan mungkin Yuni Sarah sudah lebih berumur dan pernah menikah beberapa kali, tapi mungkin ia adalah sosok wanita penyayang dan perhatian yang patut untuk dimiliki. Itu beberapa alasan mengapa cinta itu buta, karena cinta tidak melihat dengan mata, tetapi dengan hati.

Untuk mendapatkan cinta yang baik itu seperti halnya ketika pergi ketoko buku. Memang setiap orang pertama-tama akan melihat buku dari cover, menarik atau tidak. Karena cover juga menunjang untuk menarik perhatian konsumen. Tetapi untuk menjadi konsumen yang baik, lihat juga ilmu apa yang bisa didapat dari buku tersebut. Jadi jangan hanya melihat seseorang dari sosok luar, tetapi pertimbangkan juga kepribadian didalamnya untuk mendapatkan pasangan yang baik. Maka nantinya kamu akan dapat melihat keajaiban cinta pada hubungan kalian.

 
Leave a comment

Posted by on March 17, 2012 in Coret - Coretan, Softskill

 

Tags: , , , ,

Jaringan Komputer

Disemester 6 ini, kebetulan saya mendapat mata kuliah pratikum Jaringan Koputer Dasar (JKD). Mungkin disini saya akan sedikit menjelaskan apa itu jaringan komputer.

Pengertian jaringan komputer :

Jaringan komputer merupakan beberapa atau sekumpulan komputer yang dapat terhubung antara satu dengan yang lainnya dengan menggunakan media komunikasi, sehingga dapat berbagi informasi, data, perangkat keras, ataupun program.

Keunggulan menggunakan jaringan komputer adalah :

- dapat berbagi peralatan dan sumber daya

- memungkinkan pengintegritasian data

- komunikasi antar user

- keamanan terhadap data karena pengaksesan ke komputer lain dapat di batasi

Berdasarkan kriterianya, jaringan komputer dapat dibedakan menjadi 4, yaitu :

1. Berdasarkan distribusi sumber informasi :

- Jaringan terpusat. Terdiri dari kompuetr server dan client. Komputer client berguna sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi atau data yang berasal dari server.

Bentuk Jaringan Terpusat

- Jaringan terdistribusi. Merupakan kumpulan dari beberapa jaringan terpusat. Jadi ada beberapa server yang saling berhubungan dengan komputer client sehingga membentuk sistem jaringan tertentu.

Bentuk Jaringan Terdistribusi

2. Berdasarkan jangkauan geografis :

- LAN (Local Area Network). Merupakan dapat menghubungkan 2 komputer atau lebih dalam suatu cakupan lokasi tertentu, jangkauannya lebih luas dari LAN. Contohnya : kompuetr dalam suatu warnet, laboratorium, dan perkantoran.

Bentuk Jaringan LAN

- MAN (Metropolitan Area Network). Merupakan jaringan yang dapat mencakup suatu kota besar dan daerah setempatnya. Contohnya : jaringan telepon lokal.

Bentuk Jaringan MAN

- WAN (Wide Area Network). Jaringan yang dapat mencakup seluruh dunia. Contoh : jaringan di PT. Telkom, PT. Indosat, dan jaringan GSM seluler seperti Satelindo, Telkomsel, dan lain sebagainya.

Bentuk Jaringan WAN

3. Berdasarkan peranan serta hubungan setiap komputer :

- Jaringan client-server. Mempunyai 1 komputer server dan beberapa komputer client. Komputer server yang menyediakan informasi, dan kompuetr client sebagai perantara untuk mendapat akses data dari komputer server.

Bentuk Jaringan Client-Server

- Jaringan peer-to-peer. Dalam jaringan ini tidak ada istilah komputer server atau komputer client karena semua komputer dalam jaringan ini dapat melakukan pengiriman atau penerimaan informasi/data. Jadi masing-masing komputer memegang peranan sebagai server dan client.

Bentuk Jaringan Peer-To-Peer

4. Berdasarkan media transmisi :

- Wired network (Jaringan kabel). Menggunakan kabel jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain. Kabel jaringan berguna untuk mengirimkan informasi/data dalam bentuk sinyal-sinyal listrik.

Bentuk Jaringan Kabel

- Wireless network (Jaringan nirkabel). Jaringan ini tidak menggunakan kabel untuk menghubungkna komputer satu dengan komputer lain melainkan menggunakan medium berupa gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi.

Bentuk Jaringan Nirkabel

Sekian beberapa bentuk jaringan komputer yang dapat saya jelaskan. Mungkin ini adalah penjelasan dingkat, tetapi semoga dapat dimengerti. (^^)

 

Sumber gambar :

http://www.hi-techmall.org/workshop/blog/jaringan-lan-man-wan

http://up-putik-9c.blogspot.com/2011/01/jaringan-lan-man-wan-jaringan-lan-lan.html

http://diyanfebri.student.umm.ac.id/2010/02/10/dasar-jaringan-wireless/

http://shablogpsg.blogspot.com/2011/01/dasar-dasar-jaringan-komputer.html

http://aldinobahtiar.wordpress.com/2010/03/01/membangun-jaringan-peer-to-peer/

http://rshsmart.blogspot.com/2011/03/type-jaringan-komputer.html

http://diskusikuliah.wordpress.com/2010/02/21/perbedaan-lan-man-wan/

http://up-hapsari-9g.blogspot.com/2011/02/materi-tik-kelas-9-jaringan-service.html

http://up-putik-9c.blogspot.com/2011/01/jaringan-lan-man-wan-jaringan-lan-lan.html

 
Leave a comment

Posted by on March 17, 2012 in Coret - Coretan, Softskill

 

Tags: , , , , , , , , , ,

SISTEM DRAINASE OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535 (Contoh Jurnal Ilmiah)

SISTEM DRAINASE OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535

PI. Sistem Komputer. Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi.
Universitas Gunadarma, 2011 https://brian_dendiatama@gunadarma.ac.id

Oleh : Brian Dendiatama

Abstrak

Kata Kunci : Mikrokontroler, Drainase, Sensor Air, LCD.

Sistem drainase merupakan salah satu cara pembuangan air yang berlebihan pada suatu tempat atau kawasan. Secara umum, sistem drainase didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga dapat difungsikan secara optimal.
Pada dasarnya rangkaian ini dirancang guna untuk membuang air yang berlebihan pada suatu tempat atau kawasan yang daerah resapan airnya kurang bagus bahkan tidak adanya sistem resapan air yang tertata dengan baik dan benar. Oleh karena itu, dirancang sebuah alat yang berjudul “Sistem Drainase Otomatis Berbasis Mikrokontroler ATMega8535” yang difungsikan sebagai media resapan air yang terdiri dari sensor air yang akan membuat aksi pada rangkaian pompa air sebagai alat untuk membuang air melalui pipa atau selang yang terhubung pada pompa air dan hasilnya atau output akan ditampilkan pada display LCD sesuai dengan level air yang mengenai sensor air tersebut dan juga akan di tampilkan pada lampu indikator yang tersusun sesuai dengan kondisi sensor air, serta akan menginformasikan dalam bentuk gelombang suara yang dihasilkan oleh buzzer yang terhubung pada rangkaian Sistem Drainase Otomatis Berbasis Mikrokontroler ATMega8535 ini.

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem drainase merupakan salah satu cara pembuangan air yang berlebihan pada suatu tempat atau kawasan. Secara umum, sistem drainase didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga dapat difungsikan secara optimal. Dari sudut pandang lain, sistem drainase adalah salah satu unsur dari prasarana umum yang dibutuhkan oleh masyarakat kota dalam rangka menuju kehidupan kota yang aman, nyaman, bersih, dan sehat. Prasarana drainase berfungsi mengalirkan air ke tempat pembuangan air atau resapan air, selain itu juga berfungsi sebagai pengendali kebutuhan air dengan tindakan untuk memperbaiki daerah rawan banjir atau daerah genangan air yang secara berlebihan.
Sistem drainase juga dirancang sebagai suatu sistem guna membantu memenuhi kebutuhan masyarakat akan terbatasnya dari masalah banjir yang menggangu aktifitas dan rutinitas masyarakat kota sehari-harinya. Sistem drainase juga merupakan komponen penting dalam perancangan kota (perancangan infrastruktur khususnya).

1.2 Batasan Masalah

Pada masalah ini akan disajikan solusi penanggulangan dini dan sistem drainase secara otomatis dengan sistem pembuangan air. Akan dilakukan perancangan alat yang berjudul “Sistem Drainase Berbasis Mikrokontroler ATMega8535”.

1.3 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari suatu perancangan rangkaian sistem drainase atau pembuangan air otomatis berbasis mikrokontroler ATMega8535 dengan tampilan LCD, yaitu yang pertama adalah untuk mengurangi atau membuang air yang berlebihan dari suatu kawasan atau lahan yang memaksimalkan fungsionalnya. yang kedua yaitu mengontrol ketinggian air banjir atau penanggulangan dini terhadap masalah banjir yang sering dihadapi masyarakat perkotaan terutama daerah rawan banjir.

1.4 Metode Penulisan

Dalam penulisan ini menggunakan metode penulisan dari berbagai sumber diantaranya dengan menggunakan metode Studi Pustaka dan Studi Lapangan. Pada metode studi pustaka dilakukan dengan cara mengambil data dari berbagai sumber internet dan buku yang dijadikan pedoman dalam penulisan ini. Selain itu menggunakan metode studi lapangan yang dilakukan dengan cara mencari data dan pengamatan terhadap rangkaian atau alat yang dibuat secara langsung, agar data yang diperoleh dapat seakurat mungkin.

2. LANDASAN TEORI

2.1 Mikrokontroler AVR ATMega8535

Mikrokontroler sebagai sebuah “one chip solution” pada dasarnya adalah rangkaian terintregrasi (Integrated Circuit- IC) yang telah mengandung secara lengkap berbagai komponen pembentuk sebuah komputer. Berbeda dengan penggunaan mikroprosesor yang masih memerlukan komponen luar tambahan seperti RAM, ROM, Timer, dan sebagainya untuk sistem mikrokontroler, tambahan komponen diatas secara praktis hampir tidak dibutuhkan lagi. Hal ini disebabkan semua komponen penting tersebut telah ditanam bersama dengan sistem prosesor ke dalam IC tunggal mikrokontroler bersangkutan. Dengan alasan itu sistem mikrokontroler dikenal juga dengan istilah populer the real Computer On a Chip-komputer utuh dalam keping tunggal, sedangkan sistem mikroprosesor dikenal dengan istilah yang lebih terbatas yaitu Computer on a Chip-komputer dalam keping tunggal.

Dengan berbagai macam kelebihan yang dimiliki, dewasa ini mikrokontroler AVR 8 bit produk perusahaan Atmel adalah salah satu mikrokontroler yang banyak merebut minat kalangan profesional dan juga cocok dijadikan sarana berlatih bagi para pemula. Hal ini selain karena ragam fitur yang ditawarkan, juga disebabkan kemudahan untuk memperoleh mikrokontroler tersebut (berikut papan pengembangnya) di pasaran dengan harga yang relatif murah.

Secara histories mikrokontroler seri AVR pertama kali diperkenalkan ke pasaran sekitar tahun 1997 oleh perusahaan Atmel, yaitu sebuah perusahaan yang sangat terkenal dengan produk mikrokontroler seri AT89S51/52-nya yang sampai sekarang masih banyak digunakan di lapangan. Tidak seperti mikrokontroler seri AT89S51/52 yang masih mempertahankan arsitektur dan set instruksi dasar mikrokontroler 8031 dari perusahaan INTEL. Mikrokontroler AVR ini diklaim memiliki arsitektur dan set instruksi yang benar-benar baru dan berbeda dengan arsitektur mikrokontroler sebelumnya yang diproduksi oleh perusahaan tersebut. Tetapi walaupun demikian, bagi para programmer yang sebelumnya telah terbiasa dengan mikrokontroler seri AT89S51/52, dan berencana untuk beralih ke mikrokontroler AVR, maka secara teknis tidak akan banyak kesulitan yang berarti, hal ini dikarenakan selain konsep dan istilah-istilah dasarnya hampir sama, pemrograman level assembler-nya pun relative tidak jauh berbeda.

Berdasarkan arsitekturnya, AVR merupakan mikrokontroler RISC (Reduce Instruction Set Computer) dengan lebar bus data 8 bit. Berbeda dengan sistem AT89S51/52 yang memiliki frekuensi kerja seperduabelas kali frekuensi oscilator, frekuensi kerja mikrokontroler AVR ini pada dasarnya sama dengan frekuensi oscilator, sehingga hal tersebut menyebabkan kecepatan kerja AVR untuk frekuensi oscilator yang sama, akan dua belas kali lebih cepat dibandingkan dengan mikrokontroler keluarga AT89S51/52.

Dengan instruksi yang sangat variatif (mirip dengan sistem CISC-Complex Instruction Set Computer) serta jumlah register serbaguna (general purpose Register) sebanyak 32 buah yang semuanya terhubung secara langsung ke ALU (Arithmetic Logic Unit), kecepatan operasi mikrokontroler AVR ini dapat mencapai 16 MIPS (enam belas juta instruksi per detik) sebuah kecepatan yang sangat tinggi untuk ukuran mikrokontroler 8 bit yang ada di pasaran sampai saat ini.

Untuk memenuhi kebutuhan dan aplikasi industri yang sangat beragam, mikrokontroler keluarga AVR ini muncul di pasaran dengan tiga seri utama: tinyAVR, ClasicAVR (AVR), megaAVR. Berikut ini beberapa seri yang dapat anda jumpai di pasaran : ATtiny13, AT90S2313, ATmega103, ATtiny22, AT90S2323 ATmega128, ATtiny22L AT90S2333 ATmega16, ATtiny2313 AT90S4414 ATmega162, ATtiny2313V AT90S4433 ATmega168, ATtiny26 AT90S8515 ATmega8535.

Keseluruhan seri AVR ini pada dasarnya memiliki organisasi memori dan set instruksi yang sama (sehingga dengan demikian jika telah mahir menggunakan salah satu seri AVR, untuk beralih ke seri yang lain akan relatif mudah). Perbedaan antara tinyAVR, AVR dan megaAVR pada kenyataannya hanya merefleksikan tambahan-tambahan fitur yang ditawarkannya saja (misal adanya tambahan ADC internal pada seri AVR tertentu, jumlah Port I/O serta memori yang berbeda, dan sebagainya). Diantara ketiganya, megaAVR umumnya memiliki fitur yang paling lengkap, disusul oleh AVR, dan terakhir tinyAVR. Untuk memberi gambaran yang lebih jelas. berikut memperlihatkan perbedaan ketiga seri AVR ditinjau dari jumlah memori yang dimilikinya.

Pengisian memory Flash dengan menggunakan saluran SPI ini dapat dilakukan bahkan ketika chip AVR telah terpasang pada sistem akhir (end system), sehingga dengan demikian pemrogramannya sangat fleksibel dan tidak merepotkan pengguna (secara praktis metoda ini dikenal dengan istilah ISP (In System Programming) sedangkan perangkat lunaknya dinamakan (In System Programmer).

Untuk penyimpanan data, mikrokontroler AVR menyediakan dua jenis memori yang berbeda : EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory) dan SRAM (Static Random Access memory). EEPROM umumnya digunakan untuk menyimpan data-data program yang bersifat permanen, sedangkan SRAM digunakan untuk menyimpan data variabel yang dimungkinkan berubah setiap saatnya. Kapasitas simpan data kedua memori ini bervariasi tergantung pada jenis AVR-nya. Untuk seri AVR yang tidak memiliki SRAM, penyimpanan data variabel dapat dilakukan pada register serbaguna yang terdapat pada CPU mikrokontroler tersebut.

Selain seri-seri diatas yang sifatnya lebih umum, perusahaan Atmel juga memproduksi beberapa jenis mikrokontroler AVR untuk tujuan yang lebih khusus dan terbatas, seperti seri AT86RF401 yang khusus digunakan untuk aplikasi wireless remote control dengan menggunakan gelombang radio (RF), seri AT90SC yang khusus digunakan untuk peralatan sistem- sistem keamanan kartu SIM GSM,pembayaran via internet, dan lain sebagainya.Pada rangkaian ini menggunakan mikrokontroler AVR ATMega8535, dengan penjelasan sebagai berikut :

Gambar 2.1 Konfigurasi Pin Pada Mikrokontroler ATMega8535

Gambar 2.2 Bentuk Fisik Mikrokontroler ATMega8535

2.2    Sistem Minimum DT-AVR Low

Cost Micro System

DT-AVR Low Cost Micro  System merupakan modul  single chip mikrokontroler ATmega8535 dengan Kbyte Flash Memory, 512 byte SRAM, dan 512  byte  EEPROM.  DT-AVR  Low  Cost Micro System juga memiliki ADC hingga 8 channel single-ended A/D converter dengan resolusi 10 bit.

Fitur-fitur ATmega8535 DT-AVR Low Cost Micro System, dua 8-bit timer/counter, satu 16-bit timer/counter, dan Real Time Counter, 4 channel PWM, Two- wire Serial Interface  Programmable  Serial USART Universal Synchronous and Asynchronous serial Receiver and Transmitter), master/slave SPI Serial Interface, Programmable Watchdog  Timer, On-chip Analog Comparator, Internal Calibrated RC Oscillator.

Spesifikasi DT-AVR Low Cost Micro System  adalah mendukung varian AVR 40 pin antara lain: AT90S8535, ATmega8535L, ATmega16(L), ATmega8515(L), AT90S8515, dan ATmega162(L) (seri AVR yang  tidak memiliki  ADC membutuhkan converter   socket), memiliki   fasilitas   In- System Programming untuk    IC    yang mendukung, dilengkapi LED Programming Indicator,  memiliki  hingga  35  pin   jalur input/output,   lengkap dengan  osilator 4 MHZ dan memiliki kemampuan komunikasi Serial   UART RS-232 yang  sudah disempurnakan,  lengkap  dengan  rangkaian reset,  tombol manual reset, dan brown-out detector dengan menggunakan tegangan input 9  - 12 VDC dan memiliki tegangan output 5 VDC. Perlengkapan DT-AVR    Low    Cost Micro System, 1 bh Board DT-AVR  Low Cost  Micro  System,  1  set  Kabel  Serial, 1 CD/DVD    berisi     CodeVisionAVR    versi demo  serta  kumpulan  produk  Innovative Eledctronics  yang  lain,  1  buah  converter socket  untuk seri AVR tanpa internal ADC dan  semuanya  itu  dikemas  dalam  plastik yang menarik.

2.3    DI-Smart LCD 16×2 Board

Deskripsi DI-Smart LCD16X2 Display adalah modul tampilan LCD 16×2 karakter yang siap untuk digunakan.

Aplikasi pada rangkaian adalah sebagai tampilan (display) untuk menampilkan karakter-karakter yang diperlukan dalam suatu sistem  seperti jumlah  suatu  variabel,  tampilan  indikator kejadian, atau bisa juga untuk estetika.

Spesifikasi LCD dengan jumlah karakter yang dapat ditampilakan adalah 32 karakter dalam 2 baris x 16 kolom, koneksi pengendalian  yang digunakan adalah 4 BIT DATA INTERFACE,  telah dilengkapi pengendali  CONTRAST dan BRIGHTNESS, telah   disediakan   kabel   IDC-10   sehingga dapat  langsung   dihubungkan  dengan  DI- Smart AVR System.

2.4    Sensor Air

Sensor air adalah suatu indikator pada suatu  rangkaian  yang  menandakan  bahwa rangkaian  itu terkena air  atau  tidaknya. Konsep  yang   digunakan  pada  sensor  air yaitu  dengan  menggunakan  sebuah papan PCB yang dibuat garis zig-zag dan dihubungkan dengan kabel sebagai konduktor. Sebagaimana  sifat  air  sebagai konduktor atau penghantar arus listrik.

2.5    Bahasa Pemrograman C untuk AVR

Dalam  perancangan  alat  ini  dibuat sebuah pemrograman agar alat dapat dikendalikan  dan  beroperasi sesuai dengan yang   diharapkan. Bahasa pemrograman yang dipakai pada rancangan alat ini adalah bahasa pemrograman C. Akar dan  asal  dari bahasa pengaturcaraan C (C language) adalah  bahasa BCPL  yang  dikembangkan oleh  Martin  Richards  pada  tahun   1967. Bahasa   ini   memberikan   idea  pada Ken Thompson yang kemudian mengembangkan bahasa  yang  disebut  dengan  panggilan  B pada tahun 1970. Perkembangan selanjutnya dari bahasa B adalah bahasa C yang ditulis oleh Dennis Ritchie sekitar tahun 1970-an di Bell Telephone Laboratories  Inc. (sekarang adalah AT&T Bell Laboratories). Bahasa C pertama kali digunakan adalah pada komputer  Digital  Equipment  Corporation PDP-11 yang  menggunakan sepenuhnya sistem pengoperasian UNIX.

Standard bahasa C (Ansi C) yang asli adalah standard dari UNIX. Sistem operasi, kompiler  C  dan seluruh program  aplikasi UNIX yang esensial ditulis dalam bahasa C. Kepopularan bahasa C  membuatkan setiap versi  dari  bahasa  ini  banyak  dibuat  untuk komputer   jenis   mikro.   ANSI   (American National Standard  Institutes)   membentuk suatu   komite   (ANSI   Committee   X3J11) pada tahun 1983 yang        kemudian menetapkan standard ANSI untuk bahasa C. Standard ANSI ini didasarkan kepada standard UNIX yang diperluas.

CodeVision AVR merupakan software untuk membuat code program microcontroller  AVR.  Kebanyakan programmer  memakai  software  ini  karena fasilitas-fasilitas yang disediakan CodeVision AVR sangatlah   memudahkan bagi programmer dalam membuat code. HP InfoTech  menyajikan  versi  baru  (lebih  dari 9500    pengguna    terdaftar)    yang    paling populer C Compiler komersial untuk Atmel AVR.

Bahasa    C    luas     digunakan    untuk pemrograman berbagai jenis   perangkat, termasuk mikrokontroler. Bahasa ini sudah merupakan   high   level   language,   dimana memudahkan   programmer menuangkan algoritmanya.   Untuk mengetahui dasar bahasa C dapat dipelajari sebagai berikut. Struktur penulisan program :

#include < [library1.h] > // Opsional

#include < [library2.h] > // Opsional

#define [nama1] [nilai] ; // Opsional

#define [nama2] [nilai] ; // Opsional [global variables] // Opsional [functions] // Opsional

void main(void) // Program Utama

{

[Deklarasi local variable/constant] [Isi Program Utama]

}

Preprocessor #include

Biasanya digunakan untuk menyertakan file header   (.h) atau file library. File include berguna untuk memberitahu  compiler  agar  membaca  file yang   di   include-kan   lebih   dahulu   agar mengenali  definisi-definisi yang digunakan adalah  program   sehingga  tidak  dianggap error. Cara penulisan:

#include  <……………>  untuk  lokasi  standar file yang telah disetting oleh tools biasanya pada  folder   include  atau  folder  direktori compiler.

Tabel 2.3 Tabel Tipe Data

Deklarasi variabel dan konstanta pada bahasa   C  yaitu:  variabel  adalah  memori penyimpanan data     yang nilainya dapat diubah,   penulisan:  [tipe  data]  [nama]  = [nilai]. Konstanta adalah  memori penyimpanan data yang nilainya tidak dapat diubah,  penulisan:  const  [nama]  =  [nilai]. Global variabel/konstanta  yang  dapat diakses  di  seluruh  bagian  program.  Lokal variabel/konstanta yang hanya dapat diakses oleh fungsi tempat dideklarasikannya.

Statement adalah setiap operasi dalam pemrograman,  harus  diakhiri  dengan  [  ;  ] atau [ }  ]. Statement tidak akan dieksekusi bila diawali  dengan tanda [ // ] untuk satu baris. Lebih dari 1 baris gunakan pasangan [/*  ]  dan  [  */  ].  Statement  yang  tidak dieksekusi disebut  juga comments  / komentar.

Contoh:

suhu=adc/255*100; //contoh rumus perhitungan suhu

Function adalah bagian program yang dapat dipanggil oleh program utama.

Penulisan :

[tipe data hasil] [nama function]([tipe data input 1],[tipe data input 2])

{

[statement] ;

}

Conditional statement dan looping

if   else   :   digunakan   untuk   penyeleksian kondisi

if ( [persyaratan] ) { [statement1]; [statement2];

}

else { [statement3]; [statement4];

}

for : digunakan untuk looping dengan jumlah yang sudah diketahui

for ( [nilai awal] ; [persyaratan] ; [operasi nilai] ) {

[statement1]; [statement2];

}

while : digunakan untuk looping jika dan salama memenuhi syarat tertentu

while ( [persyaratan] ) { [statement1]; [statement2];

}

do while : digunakan untuk looping jika dan salama memenuhi syarat tertentu, namun minimal 1 kali

do { [statement1];

[statement2];

}

while ( [persyaratan] )

switch case : digunakan untuk menguji satu variabel dengan banyak kondisi

switch ( [nama variabel] ) { case [nilai1]: [statement]; break;

Operator relasional (perbandingan), operator ini   berfungsi   untuk  menguji   benar   atau tidaknya          hubungan dua operand, jika hubunganya benar maka akan menghasilkan 1 dan jika salah akan menghasilkan 0.

Tabel 2.4 Operasi Relasional (Perbandingan)

Contoh :

If (x==5) {x++;); // x akan dinaikan jika x berisi 5.

If (x!=5) {x++;); // x akan dinaikan jika x bukan berisi 5.

If (x>5) {x++;); // x akan dinaikan jika x berisi lebih besar dari 5.

If (x<5) {x++;); // x akan dinaikan jika x berisi lebih kecil dari 5.

If (x>=5) {x++;); // x akan dinaikan jika x berisi lebih besar atau sama dengan 5.

If (x<=5) {x++;); // x akan dinaikan jika x berisi lebih kecil atau sama dengan 5.

 

3.  PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI

3.1 Gambaran Umum

Pada  dasarnya  rangkaian  ini  dirancang guna  untuk membuang air yang berlebihan pada suatu tempat atau kawasan yang daerah resapan airnya  kurang bagus bahkan tidak adanya   sistem   resapan   air   yang   tertata dengan  baik  dan  benar.  Oleh  karena  itu, dirancang sebuah alat yang berjudul “Sistem Drainase Otomatis Berbasis Mikrokontroler ATMega8535”   yang  difungsikan   sebagai media resapan air yang terdiri dari sensor air yang  akan  membuat  aksi  pada  rangkaian pompa air sebagai alat untuk membuang air melalui  pipa  atau  selang  yang  terhubung pada pompa air tersebut dan  hasilnya atau output akan ditampilkan pada display LCD.

3.2 Analisa  Rangkaian  Secara  Diagram Blok

Gambar 3.1 Blok Diagram Rangkaian

3.2.1    Blok Input

Pada blok diagram mendapat sumber daya  yang  dihasilkan  oleh  aktifator  yang menyuplay  sumber tegangan kedalam blok input, blok proses  dan blok output. Dalam diagram blok input terdiri dari otomatis dan manual, dimana kondisi otomatis dipengaruhi inputan dari air yang mengenai sensor air pada rangkaian,  sedangkan kondisi  manual  dipengaruhi  inputan   dari saklar  dan  push  on  yang  akan  berfungsi apabila ditekan dan air mengenai sensor air.

Gambar Sensor Air

Pada dasarnya air bersifat penghantar arus atau konduktor yang baik dan mempunyai elektrolit yang dapat mengantar arus. Dan inputan  pada  blok  input  akan mengirimkan  data ke dalam mikrokontroler ATMega8535.

3.2.2    Blok Proses

Selanjutnya pada blok proses, akan memproses inputan yang berasal  dari sensor air dan diolah oleh mikrokontroler ATMega8535 sebagai  pusat kontrol secara keseluruhan.

Dalam mikrokontroler ATMega8535 akan  mengolah data pada program CAVR yang  dihasilkan oleh port-port  yang terhubung pada sensor air. Dan data yang sudah diolah oleh program akan dikirim ke dalam blok output.

3.2.3    Blok Output

Dan pada blok output, akan dihasilkan  keluaran  berupa  tampilan  pada LCD  sebagai display informasi yang dapat dibaca oleh manusia.

LED sebagai keluaran indikator yang terdiri dari warna hijau dalam keadaan aman dan normal,  warna putih keadaan siaga 1, warna  biru  dalam  keadaan  siaga  2,  warna kuning dalam keadaan  waspada, dan warna merah dalam keadaan awas serta suara yang dihasilkan  oleh  buzzer  sebagai   informasi yang   disampaikan   oleh   alat   agar   dapat didengar   oleh   manusia,   dan   pompa   air berfungsi untuk membuang air pada tempat air resapan.

3.3 Analisa Software

3.3.1      Diagram Alur (flowchart)

Flowchart   dijelaskan   bahwa   pada saat  kondisi  mulai  apakah  saklar  dalam kondisi  on atau off, jika off maka akan ke kondisi manual dimana harus menekan tombol push on terlebih dahulu dan program akan  melakukan   inisialisasi,  jika  tombol push on tidak ditekan  maka program akan selesai. Sedangkan pada saat  saklar dalam kondisi on maka akan inisialisasi port yang digunakan  pada  program.  Setelah selesai inisialisasi port yang digunakan baik sebagai input atau output, maka kondisi selanjutnya adalah  default  dimana  semua  sensor  tidak terkena air sehingga tidak ada yang menyala baik LED maupun pompa   air.   Setelah kondisi default ada kondisi dimana sensor 1 terkena air dengan data FE (1111-1110) dan akan   menghasilkan   output   berupa   status normal, lampu LED hijau dalam kondisi on, jika sensor 1 tidak terkena air maka akan ke kondisi penekanan pada push on.

Setelah  air  mengalir  dan  mengenai sensor 1, 2 dengan data FC (1111-1100) dan akan   menghasilkan   output   berupa   status siaga 1, lampu  LED putih, dan pompa air on, jika air tidak mengenai sensor 1, 2 maka akan  kembali  ke  kondisi  sensor  1  dengan data FE (1111-1110) dan pompa air off.

Air  terus  mengalir  dan  mengenai sensor  1, 2, 3 dengan data F8 (1111-1000) dan akan menghasilkan output berupa status siaga 2, lampu LED biru, dan pompa air on, jika air tidak mengenai sensor 1, 2, 3 maka akan  kembali  ke  kondisi  sensor  1  dengan data FE (1111-1110) dan pompa air off.

Selanjutnya  air  terus  mengalir  dan mengenai sensor 1, 2, 3, 4 dengan data F0 (1111-0000) dan akan menghasilkan output berupa status waspada, lampu LED kuning, dan pompa air  on, jika air tidak mengenai sensor  1,  2,  3,  4  maka  akan  kembali  ke kondisi  sensor  1  dengan  data  FE  (1111-1110) dan pompa air off.

Dan  air  terus  mengalir  mengenai sensor  1, 2, 3, 4, 5 dengan data E0 (1110-0000) dan akan menghasilkan output berupa staus awas, lampu LED merah, Buzzer dan pompa  air dalam kondisi on, jika air tidak mengenai  sensor  1,  2,  3, 4,  5  maka akan kembali ke kondisi sensor 1 dengan data FE (1111-1110)  dan  pompa  air  off.  Dan  jika ingin kembali ke kondisi default maka saklar dikondisikan          dalam  keadaan off dan menekan   terus tombol push on untuk mengaktifkan pompa air dan membuang air ke  selang pembuangan hingga batas bawah pompa air menyerap air.

4.  HASIL UJI COBA ALAT

4.1 Cara Kerja Alat

Suplay  minimal  yang  digunakan  agar chip dapat bekerja adalah (kurang lebih) 5V. Agar  tegangan stabil,  digunakan   IC Regulator   7805  sehingga  input  tegangan yang diijinkan untuk  rangkaian  adalah antara  6  -  12V.  Range  tegangan  tersebut akan dikonversi oleh 7805 sebagai tegangan VCC sebesar 5V. Sebagai pengaman, dapat ditambahkan juga dioda 1A (misal 1N4001) agar  rangkaian  tetap  aman apabila  dalam memasang  suplay dari  luar terbalik (optional). Selain  itu  dapat tambahkan kapasitor   (elco) minimal sebesar   100 uF/16V   untuk mencegah reset yang diakibatkan oleh suplay yang kurang stabil.

Setelah  saklar  (switch)  pada  rangkaian dalam keadaan hidup, maka akan dialiri air pada bak  resapan air, sehingga sensor akan terkena  air.  Pada  rangkaian  ini  port  yang digunakan   atau   dipakai   adalah  portA.0, portA.1,  portA.2,   portA.3,   dan   portA.4 untuk sensor air, portB.1 untuk  pompa air, portC diguanakan untuk display LCD, sedangkan   portD   digunakan untuk LED indikator  serta  buzzer  untuk  menghasilkan gelombang suara.

Saat  sensor  air  yang  terhubung  pada portA.0  terkena  air  maka  akan  mengirim data ke  mikrokontroler dengan logika aktif low     (aktif  jika    nilainya 0) dan akan menampilkan  ke  LCD  bahwa keadaan lingkungan dalam status normal, LED yang menyala warna hijau serta pompa aquarium pada portB.1 dalam  keadaan Off atau tidak menyala.

Lalu saat sensor air yang terhubung pada portA.0,  portA.1  terkena  air  maka  akan mengirimkan data ke mikrokontroler dengan logika aktif low (aktif jika nilainya nol) dan akan menampilkan ke LCD bahwa keadaan lingkungan  dalam keadaan siaga 1 dan LED warna putih menyala serta pompa air dalam kondisi  On  dan  membuang   air  ke  pipa pembuangan.

Selanjutnya, saat   sensor    air    yang terhubung  pada  portA.0,  portA.1,  portA.2 terkena air maka akan mengirimkan data ke mikrokontroler   dengan   logika   aktif   low (aktif  jika      nilainya nol) dan  akan menampilkan ke LCD bahwa keadaan dalam keadaan   siaga   2   dan   LED   warna   biru menyala, serta pompa air dalam keadaan On untuk terus membuang air ke dalam tempat pembuangan lewat pipa yang dipasang pada pompa air tersebut.

Saat  sensor  air  yang  terhubung  pada portA.0,  portA.1,  portA.2,  portA.3  terkena air,  maka  LCD  akan menampilkan  bahwa keadaan  dalam keadaan waspada dan LED warna kuning akan menyala, serta pompa air dalam keadaan on dan  terus membuang air kedalam bak pembuangan air.

Dan saat sensor air yang terhubung pada portA.0, portA.1, portA.2, portA.3, portA.4 terkena  air, maka LCD akan menampilkan bahwa  keadaan  dalam  keadaan  awas  dan buzzer  akan  bunyi,  serta  pompa  air  akan terus membuang air sampai  air pada batas aman.  Dan  jika  ingin  kembali  ke  kondisi default, maka saklar dalam kondisi off dan tekan push on hingga air pada batas bawah pompa air.

Setelah keadaan air  surut, dari kondisi awas  sampai ke kondisi normal maka akan tampil  pada LCD    bahwa keadaan lingkungan dalam  keadaan aman dan LED warna hijau menyala, serta  pompa air akan off kembali.

Sensor  air  merupakan  suatu  rangkaian yang  terdiri dari + (positif) dan – (negatif) atau  vcc  dan ground, saat  sensor  terkena oleh air maka akan terhubung antara vcc dan ground. Sensor air ini terhubung dengan port pada mikrokontroler ATMega8535  di portA.0,   portA.1,   portA.2,   portA.3,   dan portA.4 sebagai  masukan  yang akan mempengaruhi   proses   dan   menghasilkan output yang ditentukan.

Pada rangkaian relay ini menggunakan relay 5 Volt, saat portB.1 berlogika 0, maka kondisi  pada   T1  dalam  keadaan  cut-off karena pada kaki basis lebih kecil dari kaki emitor,  sehingga  arus  dari  kolektor  tidak dapat mengalir ke emitor dan kondisi  pada T2 dalam keadaan saturasi karena tegangan pada  kaki  basis  lebih  besar  dari  tegangan pada kaki  emitor,   sehingga    arus   dapat mengalir   dari      kaki     kolektor  ke  emitor dengan indikator L1 menyala dan pompa air dalam keadaan on.

Sedangkan  kondisi  pada  saat  portB.1 berlogika 1, maka kondisi pada T1 dalam keadaan saturasi karena tegangan pada kaki basis  lebih  besar  dari  tegangan  pada  kaki emitor,  sehingga  arus  dapat  mengalir  dari kaki kolektor ke emitor dengan indikator L2 menyala dan kondisi pada T2 dalam keadaan cut-off  karena  pada  kaki  basis lebih  kecil dari kaki emitor, sehingga arus dari kolektor tidak dapat mengalir ke emitor dan pompa air dalam keadaan off.

4.2 Pengujian Alat Berdsarkan Kondisi

Saat    dilakukan     pengujian    alat    dan pengambilan data  pengamatan terhadap rancangan yang dibuat maka di dapat hasil yang dapat dilihat atau dapat di amati bahwa alat dalam kondisi berjalan dengan baik dan sesuai dengan alur program yang dibuat.

Data saat sensor tidak terkena air (default) :

Tabel 4.1 Data Pengamatan Ke-satu

Data saat sensor 1 terkena air :

Tabel 4.2 Data Pengamatan Ke-dua

Data saat sensor 1 & 2 terkena air :

Tabel 4.3 Data Pengamatan Ke-tiga

Data sensor 1, 2, & 3 terkena air :

Tabel 4.4 Data Pengamatan Ke-empat

Data saat sensor 1, 2, 3, & 4 terkena air :

Tabel 4.5 Data Pengamatan Ke-lima

Data saat sensor 1, 2, 3, 4, & 5 terkena air :

Tabel 4.6 Data Pengamatan Ke-enam

Data saat manual (kondisi push on):

Tabel 4.7 Data Pengamatan Ke-tujuh

 

5.  PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari hasil perancangan dan pengamatan data   yang diperoleh saat  melakukan pengujian alat didapat bahwa rangkaian ini bekerja sesuai dengan program yang dibuat dan  melakukan  fungsi-fungsi  dari  masing- masing komponen  bekerja dengan optimal. Dan   rancangan   alat   ini   dapat   berfungsi sebagai  resapan  air  atau  pembuangan  air yang berlebihan pada suatu  kawasan, serta penanggulangan   dini   terhadap   terjadinya banjir, karena alat ini dirancang pada  saat sensor  2  terkena  air  pompa  air  langsung membuang air yang ada pada rangkaian hal ini  berfungsi  bila  pada  saat  air  yang  ada lebih  banyak  (air  bah)  sehingga  air  terus dibuang   sampai   air  tidak  lagi  mengenai sensor sama sekali.

Kelebihan   dari    rancangan   alat    yang dibuat  ini  yang  mampu mengatasi permasalahan sistem pembuangan air yang kurang  baik  pada  suatu  kawasan,  karena konsep dari sistem drainase atau resapan air.

Adapun   kekurangan    dari    alat  yang dirancang adalah sensor air yang digunakan, sebab dalam konduktor   yang   digunakan adalah  media air  tanah yang  kadar elektrolitnya sangat sedikit, sehingga proses koduktor kurang bagus.

5.2 Saran

Saran yang dapat disampaikan dalam perancangan alat ini adalah dengan adanya konsep  yang  matang  dan  melihat  kondisi lingkungan sekitar.  Untuk perancangan selanjunya pada   rangkaian ini dengan menambahkan  ruang   aliran  atau pembuangan air yang lebih besar.

Dapat    ditambahkan aplikasi    dengan menggunakan program  pemantau  sistem drainase  secara    online. Dengan adanya penambahan sesnsor untuk   mengukur ketinggian   air,   sehingga   dapat  berfungsi secara optimal dan pengiriman data seakurat mungkin.

DAFTAR PUSTAKA

[1]  Anonim, Modul  Panduan Mikroprosessor, Laboratorium Elektronika dan Komputer Universitas     Gunadarma,  Depok, 2005.

[2]  Ardi Winoto, Mikrokontroler AVR ATmega8/16/32/8535 dan Pemrograman dengan Bahasa C pada WinAVR, Informatika Bandung, Bandung, 2010.

[3]  M.  Ary  Heryanto  &  Wisnu  Adi  P., Pemrograman  Bahasa C Untuk Mikrokontroler ATMEGA8535, Andi Offset, Jogjakarta, 2008.

[4]  URL: http://duniaelektronika.blogspot.com/2007/09/mikrokontroleratmega8535.html, 27 Mei 2011.

[5]  URL : http://id.wikipedia.org/wiki/ATMega8535, 27 Mei 2011.

[6]  URL : http://npx21.blog.uns.ac.id/2010/07/17/atmega8535/, 27 Mei 2011.

 

Sumber : http://dendiatama.blogspot.com/2011/11/sistem-drainase-otomatis-berbasis.html

 

 
Leave a comment

Posted by on March 16, 2012 in Coret - Coretan, Softskill

 

Tags: , , , , , ,

Aku dan Semester 6

Tidak berasa 3 tahun sudah kuliah dikampus tercinta. Sudah banyak suka duka yang aku temui disini. Dari mulai soal pertemanan, soal pembelajaran, maupun soal percintaan. Wahahaha .. Mungkin awalnya kampus ini bukan tujuan utamaku untuk menimba ilmu di tingkat lanjut, tapi setelah menjalani semuanya aku merasa inilah jalanku, inilah yang harus aku hadapi. Dan saat mulai memasuki semester 3 dulu, aku pun sempat menyesal memilih jurusan Sistem Komputer setelah tahu betapa beratnya materi perkuliahan dijurusan ini untukku. Tapi apa boleh dibuat, istilahnya sudah terlanjur basa aku terjun di jurusan ini. Mau pindah jurusan juga mungkin lebih merepotkan lagi. Jadi aku jalani saja apa yang sudah menanti aku didepan sana.

Dan pada akhirnya aku sudah bertemu dengan semester 6 saat ini, yang kata orang-orang ini adalah semester sibuk. Dan ternyata opini senior-seniorku benar. Selain harus berhadapan dengan mata kuliah yang lebih dashyat lagi, diserta 3 mata kuliah praktikum, aku pun harus menghadapi penulisan ilmiah. Mungkin ini akan lebih berat dari apa yang aku bayangkan, jadwal yang terasa sangat padat membuat aku berpikir tidak ada lagi waktu buat bermain-main. Yang tersirat jelas dalam otakku saat melihat jadwal semester ini adalah hanya ada kegiatan berangkat kuliah, mengerjakan tugas-tugas dari dosen, mengerjakan penulisan ilmiah, mengerjakan proyek alat dan harus menghadapi banyak presentasi. Ya terlihat sangat berat bila dibayangkan. Namun aku harus tetap percaya bahwa aku bisa menghadapi semuanya. Aku merasa takut hanya karena aku belum pernah mengahadapi hal yang sama.

Pertemuan pertama mata kuliah softskill Bahasa Indonesia 2, aku bertemu lagi dengan Ibu Sri, dosen softskillku waktu di semester 5 kemarin. Tapi aku tidak terlalu merasa galau lagi melihat dosenku ini, karena aku sudah tahu cara pembelajaran dikelas dengan beliau. Pastinya dengan 10 buah karangan tulisan, serta tugas-tugas lain yang akan menyusul disetiap pertemuannya. Tetapi ada satu hal yang membuat aku merasa ada sesuatu yang spesial dihari itu. Di sela-sela pembahasan materi tugas, beliau mengatakan bahwa kami harus sabar disemester 6 ini. Harus sabar dalam menyusun penulisan ilmiah nanti, harus sabar menghadapi dosen pembimbingnya, dan intinya harus sabar menghadapi semuanya selama satu semester ini. Wahahaha .. Berasa ingin berteriak, “Ibuuu .. aku padamu”, pada saat beliau mengatakan nasehat itu. Ya benar sekali apa yang beliau katakan. Inti dari sebuah kesuksesan adalah sabar dan tekun. Ketika kamu belum melihat hasil apapun hari ini, kamu harus tetap sabar dan percaya bahwa besok akan lebih menghasilkan. Dari kesabaran itu akan membuahkan semangat lebih yang bisa memacu niatmu untuk lebih bisa menghadapi sesuatu untuk kedepannya. Aku lebih termotivasi untuk bisa menaklukan ketakutanku di semester 6 ini.

Kita bukanlah dewa yang sewaktu berkata “bisa ..” lalu semuanya berubah total menjadi apa yang kita inginkan. Kita harus sadar bahwa kita punya Sang Pencipta yang Maha Kuasa. Jadi, jangan lupakan sujudmu untuk meminta kemudahan dan restu-Nya untuk menghadapi segala tujuanmu. Karena hanya dengan kuasa-Nya kamu akan bisa menghadapi segala tantanganmu. Seperti yang dikatakan di Alkitab, “Karena tiap-tiap orang yang meminta, ialah menerima; dan yang mencari, ialah mendapat; dan yang mengetuk pintu, baginyalah pintu akan dibukakan. (Matius 7:8)”. Aku selalu memegang teguh ayat dalam kitab suci ku itu. Jadi jangan pernah lupa untuk berdoa dan lantunkan permohonanmu kepada Tuhan. Dengan begitu, aku percaya keajaiban selalu ada untuk setiap orang yang percaya dan berpegang pada janji-Nya.

“Kamu bisa karena usahamu, aku pun percaya aku bisa karena usahaku”. Selamat berjuang ya teman temang seperjuanganku. Semoga kita, Sistem Komputer angkatan 2009, semua bisa melewati semester 6 ini dengan sebaik mungkin. (^^)

 

 
2 Comments

Posted by on March 8, 2012 in Coret - Coretan, Softskill

 

Tags: , , , , ,

ORANG NORMAL VS ORANG CACAT

Melihat acara talkshow hari ini di salah satu stasiun televisi membuat saya bingung akan satu hal. Dengan bintang tamu 2 orang artis dengan seseorang bapak yang cacat (tidak punya kaki) perbincangan pun mulai terasa haru untuk saya. Sang bapak ini mengaku alasan pertama ia memulai usahanya karena melihat mereka para gelandangan yang kebanyakan adalah orang-orang normal. Mungkin sedikit aneh kedengarannya, secara mereka yang normal malah tidak ada mau usaha untuk berhasil sedangkan si bapak yang cacat ini ada rasa “ingin berhasil”. Mungkin inilah bukti kalau Tuhan itu adil. Dengan kekurangannya si bapak memulai usahanya dalam bidang jualan kerupuk. Dan akhirnya usahanya itu berhasil dan ia sukses memperluas daerah pemasaran dari kerupuk itu. Dan dia juga mempunyai niat untuk merekrut orang-orang cacat untuk bekerja dengannya. Anda sebagai orang normal coba pikirkan, pernahkah anda berpikir untuk melakukan hal yang sama dengan si bapak tersebut ? Mungkin pernah, tapi itu hanya menjadi niat yang hanya tersimpan dalam kotak impian, karena anda hanya berkhayal tanpa ada usaha untuk mewujudkannya, seperti yang dilakukan si bapak penjual kerupuk itu.

 

Saya mulai berpikir akan satu hal, mengapa kebanyakan orang cacat yang menjadi motivator untuk orang normal dibandingkan orang normal yang menjadi motivator untuk orang cacat ? Padalah jelas, orang normal mempunyai kelebihan yang jelas dibandingkan orang cacat kan. Mungkin inilah perbedaan yang jelas antara orang cacat dan orang normal, yaitu “orang cacat selalu memotivasi dirinya untuk bisa menjadi seperti orang normal, sedangkan orang normal tidak pernah ada pikiran untuk menjadi orang cacat”. Setujukah anda dengan pernyataan saya ?

 

Sudah banyak saya melihat orang yang mempunyai kekurangan malah menjadikan kekurangannya itu sebagai kelebihannya. Orang cakep jadi terkenal itu biasa, tapi orang jelek bisa jadi terkenal itu luar biasa kan ? Dan banyak contoh disekitar saya, kebanyakan dari mereka yang memiliki wajah kurang menarik malah lebih terkenal karena kecerdasannya atau kemampuannya dibandingkan orang yang menarik tapi tidak bisa menggali potensi dalam dirinya.

 

Mungkin untuk anda yang cacat atatu mempunyai kekurangan, jangan kamu menjadi rendah diri karena kekuranganmu itu, tapi buktikan bahwa dirimu  tidak pantas untuk dikasihani tapi lebih pantas untuk dicontoh dan dibanggakan. Kekurangan kita bukan untuk mencari belas kasihan orang, tapi Tuhan memberi kita kekurangan biar kita bisa menjadi orang yang lebih kuat dan lebih mau berusaha untuk menjadi lebih baik. Dan untuk kalian yang sudah diberi kelebihan berupa fisik normal, jangan pernah menganggap mereka yang mempunya kekurangan lebih lemah dari anda, karena sesungguhnya mereka itu lebih kuat karena bisa menjalani hidupnya tanpa suatu hal yang mereka tidak punya sedangkan anda punya. Tapi teruslah gali potensi dalam diri anda, jangan kerena anda sudah diberi kelebihan anda menjadi lupa diri dan terlena akan semua itu. Karena hidup ini mewajibkan kita untuk  terus melangkah maju, bukan hanya stuck disitu saja. Akan lebih baik bila kesempurnaan anda menjadi lebih indah bila ditambah dengan hal hal baru yang bersifat positif kan. Contohnya, mungkin orang akan berkata kepada anda nanti “aduh mbakyu, udah cantik pintar juga lagi”. Bagaimana perasaan anda, pasti bangga kan diberi dua buah pujian sekaligus ?

 

Saya tidak ada bermaksud membanding bandingkan mereka yang cacat dengan mereka yang normal, tapi saya hanya berniat untuk membuka pikiran anda lebih luas dan memberi motivasi kepada kita semua untuk lebih baik lagi. “Karena kekurangan kita adalah kelebihan dari Tuhan yang tidak semua orang punya”, kalimat ini yang selalu memotifasi saya untuk tidak menjadi orang cupu hanya karena saya cacat. (^^)

 
Leave a comment

Posted by on February 17, 2012 in Coret - Coretan

 

Tags: , , , , , , ,

Flowchart

Flowchart merupakan bagan yang menunjukkan alur dan hubungan antar proses. Flowchart ini berbentuk simbol-simbol yang mewakili suatu proses dan garis yang mewakili alurnya. Flowchart ini biasa digunakan untuk langkah awal sebelum membuat suatu program. Gunanya adalah agar kita bisa lebih jelas mengerti urutan proses dari program yang akan dibuat. Setelah flowchart selesai dibuat, maka seorang programmer akan menerjemahkan alur proses tersebut dalam suatu listing program.

 

Jenis- Jenis Flowchart

Ada beberapa jenis flowchart diantaranya:
1.  Bagan alir sistem (systems flowchart).
2.  Bagan alir dokumen (document flowchart).
3.  Bagan alir skematik (schematic flowchart).
4.  Bagan alir program (program flowchart).
5.  Bagan alir proses (process flowchart).

 

Simbol-Simbol Flowchart

Berikut saya akan memberikan beberapa simbol flowchart yang biasa digunakan.

1. Terminator

 

Merupakan simbol untuk permulaan atau akhir suatu program.

 

2. Flow Line / Garis Alir

 

Merupakan simbol untuk arah aliran program.

 

3. Preparation

 

Merupakan simbol untuk proses inisialisasi atau pemberian nilai awal.

 

4. Proses

 

Merupakan simbol proses atau pengolahan suatu data.

 

5. Input / Output

 

Merupakan simbol yang menyatakan input atau output data, parameter, atau informasi tanpa tergantung pada jenis peralatannya.

 

6. Decison

 

Merupakan simbol untuk kondisi yang mempunyai beberapa kemungkinan jawaban atau aksi, yang merupakan pernyataan untuk penyeleksian kondisi yang akan memberikan pilihan untuk langkah proses selanjutnya.

 

7. On Page Connector

 

Merupakan simbol penghubung pada suatu bagian flowchart yang berada pada suatu halaman yang sama.

 

8. Off Page Connector

 

Merupakan simbol untuk menghubungakan bagian flowchart yang berada pada halaman yang berbeda.

 

9. Manual Operation

 

Merupakan simbol yang menunjukkan pengolahan yang tidak di proses oleh komputer.

 

9. Offline Storage

 

Simbol yang menunjukkan bahwa data di dalam symbol ini akan disimpan.

 

10. Keying Operation

 

Merupakan simbol untuk proses dengan menggunakan emsin yang mempunyai keyboard.

 

11. Magnetic Tape Unit

 

Merupakan simbol bahwa input berasal dari pita magnetic atau output akan disimpan pada pita magnetic.

 

12. Punched Card

 

Merupakan simbol bahwa input berasal dari kartu atau output akan disimpan pada kartu.

 

13. Disk And Online Storage

 

Merupakan simbol yang menyatakan input berasal dari disk atau akan disimpak ke disk.

 

14. Display

 

Merupakan simbol yang menyatakan peralatan output yang digunakan yaitu layar, plotter, printer, dan sebagainya.

 

15. Dokumen

 

Merupakam simbol yang menyatakan input berasal dari dokumen dalam bentuk kertas atau output dicetak ke kertas.

 

Tags: , , , , ,

Rangkaian Light Detector Robot

Analisa Rangkaian

Untuk mengaktifkan rangkaian Light Detector Robot ini dibutuhkan 2 sumber tegangan yang besarnya berbeda, yaitu 5 volt untuk mengaktifkan rangkaian, dan 12 volt untuk mempercepat rotasi motor dc pada outputnya. Sumber tegangan bisa berasal dari baterai ataupun adaptor. Namun, pada rangkaian ini sudah ditambahkan IC 7805 yang merupakan regulator untuk tegangan 5 volt, jadi alat ini hanya menggunakan 1 input saja, yaitu berupa tegangan sebesar 12 volt yang dicabang menjadi 2 bagian, yaitu untuk bagian input IC regulator dan untuk input tegangan 12 volt langsung yang dibutuhkan oleh IC motor driver.

Rangkaian Light Detector Robot

Input untuk rangkaian Light Detector Robot ini berupa cahaya yang masuk ke kepala LDR (Light Dependent Resistance). Cahaya yang masuk diubah menjadi tegangan oleh LDR. Lalu tegangan dari LDR ini masuk ke kaki inverting IC LM324 yang berfungsi sebagai komparator. Tegangan dari LDR kemudian dibandingkan dengan tegangan yang masuk ke kaki noninverting IC LM 324 yang terhubung dengan trimpot yang merupakan resistor variabel yang hambatannya bisa diatur besar kecilnya. Untuk menghitung Vout di IC komparator, bisa menggunakan rumus berikut ini :

Vout = ( Vb – Va ) ± 90% Vcc

Berdasarkan teori dasarnya, hambatan pada LDR pada saat tidak terkena cahaya lebih besar dibandingkan pada saat terkena cahaya. Tegangan maksimal dari LDR pada saat tidak terkena cahaya adalah 1MΩ, dan tegangan minimal LDR saat terkena cahaya adalah 1kΩ. Maka pada saat LDR tidak terkena cahaya, maka tegangan yang masuk ke kaki inverting menjadi besar (sesuai dengan hukum ohm, V = i * R), dan berkebalikan untuk kondisi pada saat LDR terkena cahaya.

Sesuai dengan rumus kompator diatas, jadi pada saat LDR tidak terkena cahaya, tegangan yang masuk ke kaki inverting lebih besar daripada tegangan yang masuk dari kaki noninverting yang hanya diperoleh dari trimpot 50KΩ. Jadi pada saat itu, Vout yang dihasilkan dari IC LM324 sangat kecil, kemungkinan bisa mendekati 0 volt.

Sebaliknya pada kondisi saat LDR terkena cahaya, hambatan pada LDR mengecil, maka tegangan yang masuk ke kaki inverting juga menjadi kecil dibandingkan tegangan yang masuk ke kaki nontinverting IC LM324. Hal ini membuat Vout yang dihasilkan oleh komparator menjadi besar.
Dari penjelasan diatas, bisa dilihat fungsi trimpot disini adalah untuk melakukan perbandingan tegangan untuk mengatur output dari IC LM324 ini. Trimpot yang resistansinya bisa diubah-ubah ini juga berfungsi untuk mengatur kesensitifan LDR sebagai sensor terhadap cahaya pada alat Light Detector Robot.

Untuk mengatur inputan dari bagian sensor yang akan disinkronisasikan dengan outputnya pada bagian motor dc, rangkaian ini membutuhkan mikrokontroler sebagai pengontrolnya. Jenis mikrokontroler yang digunakan pada rangkaian ini adalah AT89S51 yang mempunyai 40 pin, yang 32 pin diantaranya terbagi atas 4 port untuk input dan outputnya. Pada rangkaian Light Detector Robot hanya menggunakan 2 port, yaitu port 2 (P2.0 dan P2.2) sebagai input yang berasal dari bagian sensor, dan port 1 (P1.4, P1.5, P1.6, dan P1.7) sebagai output yang akan disambungkan dengan IC L293d.

Input dari IC LM324 tadi kemudian diteruskan ke mikrokontroler AT89S51 ini. Input tegangan tersebut kemudian diubah menjadi sinyal-sinyal yang bisa dibaca oleh mikrokontroler. Mikrokontroler ini membaca sinyal input dan output dalam bentuk bilangan hexadesimal. Pada rangkaian Light Detector Robot menggunakan 2 buah sensor. Sensor1 dihubungkan ke P2.0 dan Sensor2 dihubungkan ke P2.2.

Pada pin 18 dan 19 di IC ini diberi 1 buah Xtal 12 MHz dan 2 buah kapasitor 33pF. Xtal merupakan komponen penting pada saat kita menggunakan IC mikrokontroler, karena Xtal berfungsi untuk menghasilkan sinyal clock secara kontinyu ke dalam IC AT89S51. Tanpa Xtal, IC mikrokontroler ini tidak dapat berfungsi, karena IC ini selalu membutuhkan sinyal clock sebagai pemicunya. Jadi bisa dikatakan disini bahwa Xtal merupakan jiwa dari mikrokontroler AT89S51. Dan kegunaan dari kapasitor 33pF pada rangkaian ini adalah sebagai penstabil clock.

Pada pin 9 IC AT89S51 yang merupakan pin reset, dipasangkan komponen kapasitor (C4) dan resistor (R4). Tujuannya untuk menyediakan tegangan kembali pada saat IC ini membutuhkan reset.

Setelah inputnya diatur oleh mikrokontroler AT89S51, maka IC ini juga akan mengatur outputnya. Outputnya dikeluarkan dari pin 5, 6, 7, dan 8. Dan keempat pin ini terhubung lagi ke IC L293d yang merupakan IC motor driver. Sinyal-sinyal yang dikeluarkan dari mikrokontroler diubah menjadi tegangan yang akan memutar motor dc. Motor dc akan berputar bila ada perbedaan arus, dari tegangan yang lebih positif ke tegangan yang lebih negatif. Maka arah perputarannya ini akan di atur oleh program assembler yang didownload ke mikrokontroler.

Peletakan arah motor dc kanan berkebalikan dengan motor dc kiri. Arah putarannya akan diatur oleh logika program yang akan didownload ke mikrokontrolernya. Pada logika programnya dimasukkan logika yang berbeda (logika 1 dan 0) pada kedua motor dc agar arusnya bisa mengalir dan menghasilkan arah putaran yang berbeda pada kondisi logika kebalikannya.

Jika kedua sensor tidak terkena cahaya, maka tidak ada tegangan yang bisa mengalir pada kutub-kutub motor dc karena logika yang diberikan dari output kedua sensor ke IC AT89S51 adalah 0. Maka robot tidak bergerak. Jika sensor2 terkena cahaya, maka pada motor dc arus mengalir dari P1.5 yang berlogika 1 ke P1.4 yang berlogika 0 untuk motor dc kiri serta P1.7 yang berlogika 1 ke P1.6 yang berlogika 0 untuk motor dc kanan . Jadi untuk kondisi ini adalah robot bergerak maju. Jika sensor1 terkena cahaya, maka pada motor dc arus mengalir P1.4 yang berlogika 1 ke P1.5 yang berlogika 0 untuk motor dc kiri serta P1.6 yang berlogika 1 ke P1.7 yang berlogika 0 untuk motor dc kanan. Jadi untuk kondisi ini adalah robot bergerak mundur. Jika kedua sensor terkena cahaya, maka tidak ada tegangan yang bisa mengalir pada kutub-kutub motor dc karena logika yang diberikan dari output kedua sensor ke IC AT89S51 adalah 1.

Pada IC L293d yang merupakan driver motor menggunakan 2 buah tegangan, yaitu 5 volt untuk mengaktifkan IC motor drivernya dan 12 volt untuk mempercepat rotasi motor dc. Sebenarnya dengan hanya menggunakan 5 volt, motor dc sudah bisa berputar. Tapi rotasinya lama dan dayanya lemah. Maka dari itu diberi tegangan 12 volt lagi untuk membuat daya putarannya lebih kuat.

Jadi yang dimaksudkan sebagai output dari rangkaian ini adalah perputaran yang dihasilkan dari motor dc.

Listing Program Rangkaian Light Detector Robot

Program ditulis dengan menggunakan program aplikasi MIDE-51 dalam format .asm. Berikut adalah listing program yang di gunakan pada mikrokontroler AT989S51.

org 00h
mov p1, #0ffh
mov p2,#0ffh
start :
mov a,p2
cjne a, #0fah,diam
mov p1, #0ffh
sjmp start
diam :
cjne a, #0ffh,maju
mov p1, #0ffh
sjmp start
maju :
cjne a,
#0feh,mundur
mov p1, #0afh
sjmp start
mundur :
cjne a,#0fbh,start
mov p1, #05fh
sjmp start
end

Cara Pengoperasian Alat

Untuk mengaktifkan rangkaian Light Detector Robot ini membutuhkan 2 buah sumber tengangan yang besarnya masing-masing 5 volt dan 12 volt. Tegangan 5 volt digunakan untuk mengaktifkan rangkaian alat ini, dan tegangan 12 volt digunakan pada IC L293d yang merupakan IC motor driver. Tapi karena pada rangkaian Light Detector Robot ini, penulis juga menambahkan sebuah IC regulator 7805, maka inputan yang digunakan pada alat ini menjadi 12 volt saja.

Pada rangkaian sudah ditarik 2 buah jumper ke IC regulator untuk Vcc dan 1 buah jumper dari groundnya. Kemudian hubungkan Vcc dengan tegangan positif dari adaptor dan hubungkan groundnya dengan tegangan negatif dari adaptor. Selanjutnya, atur bagian trimpot pada kedua sensor agar kepekaan sensor LDR terhadap cahaya bekerja dengan baik.

Langkah pertama, alat ini diuji dengan tidak memberi cahaya pada kedua bagian sensornya, dan output untuk kondisi ini adalah robot tidak bergerak atau diam. Kemudian, penulis menguji robot dengan memberi cahaya pada sensor bagian depan, maka motor dc mulai berputar searah CW dan output dari kondisi ini robot bergerak maju selama masih diberi cahaya, dan robot akan diam setelah LDR ditutup atau kondisi tidak terkena cahaya lagi. Robot ini juga diuji dengan memberi input cahaya pada LDR pada sensor bagian belakang, maka motor dc berputar searah CCW output dari kondisi ini robot bergerak mundur selama masih diberi cahaya, dan robot akan diam setelah pemberian cahaya kepada LDR dihentikan. Setelah itu uji kondisi lainnya, yaitu memberi input cahaya pada LDR pada kedua bagian sensor. Outputnya, kondisi robot ini tidak bergerak, atau diam.

 
Leave a comment

Posted by on January 4, 2012 in Coret - Coretan, Softskill

 

Tags: , , , , , , , , , ,

Kamera Film

1. Sejarah Kamera
Kamera merupakan alat yang berfungsi dan mampu untuk menangkap dan mengabadikan gambar/image. Kamera pertama kali disebut sebagai camera obscura, yang berasal dari bahasa latin yang berarti ruang gelap. Camera obscura merupakan sebuah alat yang terdiri dari ruang gelap atau kotak, yang dapat memantulkan cahaya melalui penggunaan dua buah lensa konveks, kemudian menempatkan gambar objek eksternal tersebut pada sebuah kertas/film, film tersebut diletakkan pada pusat fokus dari lensa tersebut. Camera obscura yang pertama kalinya ditemukan oleh seorang ilmuwan Muslim yang bernama Alhazen, hal tersebut terdapat seperti yang dijelaskan pada bukunya yang berjudul Books of Optics (1015-1021).

Obscura

Sementara di tahun 1660-an ilmuwan asal Inggris Robert Boyle dan asistennya Robert Hookemenemukan portable camera obscura. Namun kamera pertama yang cukup praktis dan cukup kecil untuk dapat digunakan dalam bidang fotografi ditemukan pertama kali oleh Johann Zahn, penemuan tersebut terjadi pada tahun 1685. Kamera fotografi pada awalnya banyak yang menerapkan prinsip model Zahn, dimana selalu menggunakan slide tambahan yang digunakan untuk memfokuskan objek. Sistem tersebut adalah dengan memberikan tambahan sebuah plat sensitif di depan lensa kamera tersebut setiap sebelum melakukan pengambilan gambar.

Kamera terus berlanjut, Jacques Daguerre merupakan salah satu dari orang-orang yang berperan dalam perkembangan teknologi kamera, dan sekaligus memberikan jasa pada perkembangan dunia fotogarfi kita. Daguerre (begitu ia biasa dipanggil) dilahirkan tahun 1787 di kotaCormeilles di Perancis Utara. pada waktu muda, Jacques Daguerre adalah seorang seniman. Pada umur 30-an Daguerre merancang diograma, yang dimaksud dengan diograma adalah barisan lukisan pemandangan yang mempesona bagusnya, dipertunjukkan dengan bantuan efek cahaya. SementaraDaguerre mengerjakan pekerjaannya tersebut, Daguerre menjadi tertarik dengan pengembangan suatu mekanisme untuk secara otomatis melukiskan kembali pemandangan yang ada di dunia tanpa menggunakan kuas atau cat, yaitu tidak lain adalah KAMERA.

Di tahun 1827 Daguerre bertemu dengan Joseph Nicephore Niepce yang juga sedang mencoba –yang sejauh itu lebih sukses– menciptakan kamera. Dua tahun kemudian mereka bekerjasama. Namun di tahun 1833 Niepce meninggal, akan tetapi Daguerre tetap melanjutkan percobaannya. Menjelang tahun 1837 ia berhasil mengembangkan sebuah sistem praktis fotografi yang disebutnya daguerreotype. Tahun 1839 Daguerre memberitahu publik secara terbuka tanpa mempatenkannya. Pengumuman penemuan Daguerre menimbulkan kegemparan penduduk pada saat itu dan ia menjadi seorang pahlawan yang ditaburi berbagai macam penghormatan serta penghargaan, sementara metode daguerreotype dengan cepat berkembang dan banyak digunakan oleh khalayak. Daguerre sendiri segera pensiun. Dia meninggal tahun 1851 di kota asalnya dekat Paris.

Seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan teknologi kamera semakin hari berkembang semakin pesat.Kamera tidak hanya digunakan sekedar untuk menangkap objek yang berfungsi sebagai kenang-kenangan semata, tetapi juga digunakan untuk menangkap objek yang sedang bergerak. Sebut saja perkembangannya kemudian seperti kamera video, kamera mikro, kamera sensor dan lain sebagainya. Perkembangannya pun telah meliputi berbagai bidang, seperti pada bidang sinematografi, pendidikan, kedokteran, dan bahkan sampai pada bidang sistem pertahanan dan keamanan pun tidak terlepas dari penggunaan teknologi.

1.1 Komponen Kamera
Sebuah kamera minimal terdiri atas:
• Kotak yang kedap cahaya (badan kamera)
• Sistem lensa
• Pemantik potret (shutter)
• Film

a. Badan kamera
Badan kamera adalah ruangan yang sama sekali kedap cahaya, namun dihubungkan dengan lensa yang menjadi satu-satunya tempat cahaya masuk. Di dalam bagian ini cahaya yang difokuskan oleh lensa akan diatur agar tepat mengenai dan membakar film.

Kamera

Di dalam kamera untuk tujuan seni fotografi, biasanya ditambahkan beberapa tombol pengatur, antara lain:
• Pengatur ISO/ASA Film.
• Shutter Speed.
• Aperture (Bukaan Diafragma).
Jika diperlukan bisa pula ditambah peralatan:
• Blitz (atau lebih umum disebut lampu kilat atau flash)
• Tripod
• Lightmeter

b. Sistem lensa
Sistem lensa dipasang pada lubang depan kotak, berupa sebuah lensa tunggal yang terbuat dari plastik atau kaca, atau sejumlah lensa yang tersusun dalam suatu silinder logam. Tingkat penghalangan cahaya dinyatakan dengan angka f, atau bukaan relatifnya. Makin rendah angka f ini, makin besar bukaannya atau makin kecil tingkat penghalangannya. Bukaan ini diatur oleh jendela diafragma. Bukaan relatif diatur oleh suatu diafragma. Untuk kamera SLR, lensa dilengkapi dengan pengatur bukaan diafragma yang mengatur banyaknya cahaya yang masuk sesuai keinginan fotografer.

Lensa Kamera

Jenis lensa cepat ataupun lensa lambat ditentukan oleh rentang nilai F yang dapat digunakan. Disamping lensa biasa, dikenal juga lensa sudut lebar (wide lens), lensa sudut kecil (tele lens), dan lensa variabel (variable lens, atau oleh kalangan awam disebut dengan istilah lensa zoom.
Lensa sudut lebar mempunyai jarak fokus yang lebih kecil daripada lensa biasa. Namun sebutan itu bergantung pada lebarnya film yang digunakan. Untuk film 35 milimeter, lensa 35 milimeter akan disebut lensa sudut lebar, sedangkan lensa 135 milimeter akan disebut lensa telefoto. Lensa variabel dapat diubah-ubah jarak fokusnya, dengan mengubah kedudukan relatif unsur-unsur lensa tersebut. Lensa akan memfokuskan cahaya sehingga dihasilkan bayangan sesuai ukuran film. Lensa dikelompokkan sesuai panjang focal length (jarak antara kedua lensa). Focal lenght memengaruhi besar komposisi gambar yang mampu dihasilkan. Dalam masyarakat umum, lebih dikenal dengan istilah zoom.

c. Pemantik Potret
Tombol pemantik potret atau shutter dipasang di belakang lensa atau di antara lensa. Kebanyakan kamera SLR mempunyai mekanisme pengatur waktu untuk memungkinkan mengubah-ubah lama bukaan shutter. Waktu ini ialah singkatnya pemetik potret itu membuka, sehingga memungkinkan berkas cahaya mengenai film.

d. Film
Film adalah alat penangkap gambar yang sifatnya sangat mudah terbakar jika terkena cahaya sedikit saja. Cahaya yang telah dipantulkan oleh lensa akan terjadi reaksi kimia saat terkena film. Hasil dari film adalah bentukan gambar yang berbentuk obyek dari hasil jepretan kamera.

Film Kamera

Bagian lain sebuah kamera, antara lain:
1. Mekanisme memutar film gulungan agar bagian-bagian film itu bergantian dapat disingkapkan pada objek
2. Mekanisme fokus yang dapat mengubah-ubah jarak antara lensa dan film,
3. Pemindai komposisi pemotretan (range finder) yang menunjukkan apa saja yang akan terpotret serta apakah objek utama akan terfokuskan
4. Lightmeter untuk membantu menetapkan kecepatan pemetik potret dan atau besarnya bukaan, agar banyaknya cahaya yang mengenai film cukup tepat sehingga diperoleh bayangan atau gambar yang memuaskan.
Beberapa kamera, terutama jenis kamera poket biasanya tidak memiliki salah satu dari bagian-bagian tersebut.

2. Kamera Film
Jenis kamera film yang digunakan adalah dari jenis 35 milimeter, yang menjadi populer karena keserbagunaan dan kecepatannya saat memotret, karena kamera ini berukuran kecil, kompak dan tidak mencolok. Lensa kadang dapat dipertukarkan, dan kamera itu dapat memuat gulungan film untuk 36 singkapan, bahkan kadang lebih. Pembagian film berdasarkan ukuran :
• Small format (35mm)
• Medium format (100-120mm)
• Large format
Angka di atas berarti ukuran diagonal film yang digunakan. Setiap jenis ukuran film haru menggunakan kamera yang berbeda pula. Pembagian film berdasarkan jenis bahan dan kesensitifannya :
• Film hitam putih
• Film warna
• Film positif
• Film negatif
• Film daylight
• Film tungsten
• Film infra merah (sensitif terhadap panas yang dipantulkan permukaan objek)

2.1 Prinsip Kerja Kamera Film

Prinsip Kerja Kamera

Berikut adalah prinsip cara kerja kamera film :
• Pertama analogikan kita melihat pensil di ujung meja tulis. Cahaya datang dan memantul dari pensil lalu masuk ke badan kamera.
• Cahaya yang masuk ke kamera lalu mengenai lensa optic ( lensa convex / lensa cembung ). Lensa ini yang akan memfokuskan cahaya yang diterima berupa bayangan terbalik kesuatu tempat yang disebut film.
• Proses kimia terjadi saat film terkena cahaya dan membentuk sebuah pola gambar. Hanya bagian film yang terkena cahaya yang akan terbakar dan hangus, sedangkan bagian yang lainnya tetap. Dahulu film dibuat dari lempengan kaca yang bercampur bahan kimia yang langsung merekam cahaya. Perak dan kapur adalah campuran pertama kali yang digunakan untuk membuat lempengan tersebut. Tapi sekarang, film dibuat dari bahan plastik dan dilapisi emulsi garam perak halida supaya peka menangkap cahaya. Film yang digunakan untuk foto hitam putih menggunakan satu lapis senyawa garam perak halida. Sedangkan penggunaan foto berwarna menggunakan minimal 3 lapis.
• Hasil dari penangkapan film adalah sebuah klise / negatif yaitu lembaran hitam. Kemudian film dicetak pada kertas foto. Proses pencetakan atau pencucian dilakukan pada ruang gelap, karena cahaya dapat merusak hasil film yang rentan terbakar.

2.2 Pembentukan Bayangan Pada Kamera

Pembentukan Bayangan Pada Kamera

Lensa positif, membiaskan cahaya dan membentuk bayangan nyata, terbalik dan diperkecil. Diafragma mengatur jumlah cahaya yang masuk ke dalam kamera dengan mengubah ukuran aperturenya. Film merupakan media yang menangkap bayangan nyata yang dibentuk oleh lensa. Agar bayangan selalu jatuh pada film karena letak benda yang berubah, maka dapat diatur dengan menggeser jarak lensa terhadap filmnya. So = jarak benda dalam meter, Si = jarak bayangan dalam meter, F = titik fokus lensa.

Sumber :
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7189050
http://id.wikipedia.org/wiki/Kamera
http://utomoas.wordpress.com/2011/02/26/prinsip-kerja-kamera-sederhana/

 
Leave a comment

Posted by on January 4, 2012 in Coret - Coretan, Softskill

 

Tags: , , , , , , ,

Membuat Tampilan Menu Menggunakan QBASIC

Oke kali ini saya mau membagi sedikit ilmu hasil dari lab lagi. Dipostingan sebelumnya saya sudah menjelaskan tentang cara membuat menu dengan menggunakan bahasa pemrograman JAVA, sekarang saya akan sharing cara membuat menu dengan bahasa pemrograman QBASIC beserta logika programnya. Berikut adalah tampilan menu yang akan dibuat. Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , ,

Membuat Tampilan Menu Menggunakan JAVA

Untuk membuat tampilan menu pada JAVA, maka bisa kita gunakan perintah percabangan “case”. Kali ini saya hanya ingin sekedar sharing hasil pembelajaran dari praktikum sewaktu di lab kampus. Berikut cara membuat menu dengan menggunaka bahasa pemrograman JAVA beserta logika programnya seperti tampilan dibawah ini.
Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.